Membedah Pembagian Tauhid Ala Wahabi Tauhid Rububiyah, Uluhiyah dan al-Asma' wa al-Shifat Oleh: Ust. Mastur Maskur, S.Ag, M.Pd Di kalangan kaum Wahabi ada faham bahwa tauhid terbagi menjadi tiga. Pertama, Tauhid Rububiyah, yaitu iman kepada Allah sebagai satu-satunya pencipta (al-Khaliq), penguasa(al-Malik), dan pengatur seluruh makhluk (al-Mudabbir). Kedua, Tauhid Uluhiyah, yaitu meyakini bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah. Dan ketiga, Tauhid al-Asma wa al-Shifat, yaitu menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah yang terdapat dalam al-Qur'an dan hadits, tanpa melakukan ta’thil (penolakan), tahrif (perubahan dan penyimpangan lafadz dan makna), tamtsil (penyerupaan) dan takyif (menanya terlalu jauh tentang sifat Allah). Menyikapi pembagian tauhid ala Wahabi tersebut, Syeikh Salim Alwan al-Hasani , Mufti Australia mengatakan, bahwa menurut Ulama Ahlussunnah, pembagian tauhid menjadi tiga yang dilakukan oleh sebagian orang adalah bid’ah yang batil dan...
Foto: AP/Ethan Swope PELAJARAN DARI KEBAKARAN LOS ANGELES (LA) USA By. Mastur Maskur Siapa yang tidak kenal dan tidak dengar dengan nama Los Angeles atau yang biasanya disigkat L.A. Bahkan terkadang ada yang mempelesetkan L.A dengan kepanjangan Lenteng Agung (salah satu Kawasan di Jakarta). Iya, L.A adalah kota terbesar ke dua di negara paman Sam (Amerika Serikat) yang merupakan negara adidaya di dunia. L.A dikenal sebagai pusat dunia bisnis, perdagangan internasional, hiburan, budaya, media, mode, ilmu pengetahuan, olahraga, teknologi, dan pendidikan terdepan, serta merupakan kota terkaya ketiga di dunia dan kota paling kuat dan berpengaruh kelima di dunia . Bahkan Hollywood yang terkenal dengan film-film hollywoodny...
Dok. Pri Takkenal maka taksayang , demikian pepatah yang familiar di telinga kita. Seringkali diucapkan untuk menggambarkan bahwa agar menjadi sayang/cinta kepada seseorang maka kita harus mengenal lebih dalam orang tersebut. Kali ini penulis berusaha mengulik perjalanan hidup dari salah seorang tokoh Aswaja yang sangat getol dalam memerangi paham di luar Akidah Ahlusunnah wal Jama’ah. Beliau adalah Kiai Mastur, S. Ag, M. Pd. Lahir di Kabupaten Lumajang, tepatnya Desa Petahunan Kecamatan Sumbersuko (dulu masuk wilayah Kecamatan Lumajang) pada tanggal 28 Mei 1976 dari pasangan Kiai Maskur dan Dewi Julaicha. Pada awal tahun 2000, beliau menikah dengan Nyai Nanik Purnaningsih, wanita asal Dusun Sambileren Desa Purwoasri Kecamatan Gumukmas Jember. Kemudian dikaruniai dua orang putri (Neng Rohmah dan Neng Sarah ‘Aini) dan satu orang putra (Gus Ibrahim Shuhayb). Riwayat Pendidikan : Beliau memulai pendidikan formalnya di MI Nurul Islam Petahunan (lulus tahun 1988), kemudian ...
Komentar
Posting Komentar